Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY ... - Koranmu Jateng
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY ...

Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY ...

Selasa 12 Desember 2017, 14:50 WIB Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY Waspada Edzan Raharjo - detikNews Gubernur DIY Sri Sult…

Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY ...

Selasa 12 Desember 2017, 14:50 WIB Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY Waspada Edzan Raharjo - detikNews Belum Ada Laporan Kasus Difteri, Sultan HB X Minta Warga DIY WaspadaGubernur DIY Sri Sultan HB X. Foto: Danu Damarjati/detikcom Yogyakarta - Wabah Difteri melanda sejumlah daerah di Indonesia. Belum menerima laporan adanya kasus Difteri di wilayahnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengimbau warga tetap waspada.
"Kita belum dapat laporan ya. Tapi kita harus tetap mewaspadai," kata Sri Sultan HB X usai menghadiri acara Refleksi 5 Tahun Keistimewaan DIY di Hotel Garuda, Yogyakarta, Selas a (12/12/2017).
Dia juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih. Apalagi DIY beberapa waktu lalu usai diterjang banjir lingkungan masih berpotensi kotor. Oleh karenanya menjaga kebersihan menjadi sesuatu yang sangat penting.
"Suspect ini sangat mudah menjalar. Tapi saya belum tahu penderitanya berapa. Saya belum bisa bicara untuk imunisasi dulu ya karena potensi itu seberapa jauh," kata Sultan HB X.
Sebelumnya pihak RSUP Dr Sardjito, Sleman menggelar jumpa pers siang tadi terkait adanya seorang pasien suspect Difteri.
"Gejala awal ketika masuk, pasien memenuhi kriteria untuk dinyatakan sebagai suspect, ada keluhan di tenggorokan, di tenggorokannya ada selaput putih, pantas disangka difteri," kata dokter spesialis anak sekaligus sub spesialis penyakit infeksi, kepada wartawan dalam jumpa pers di RSUP Sardjito dr Ida Safitri L.
Dijelaskannya, tim dokter langsung melakukan penanganan medis sesuai prosedur. Salah satunya dengan uji la boratorium. Meski hasil uji lab pertama dinyatakan negatif, namun tim dokter masih melakukan uji lab tahap selanjutnya ke laboratorium rujukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium tersebut.
(sip/sip)Sumber: Google News | Koranmu Jawa Tengah

Tidak ada komentar