Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: Menyedihkan - Koranmu Jateng
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: Menyedihkan

Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: Menyedihkan

Selasa 12 Desember 2017, 14:29 WIB Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: Menyedihkan Haris Fadhil - detikNews Buya Ahmad Syafii Ma…

Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: Menyedihkan

Selasa 12 Desember 2017, 14:29 WIB Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: Menyedihkan Haris Fadhil - detikNews Buya Syafii Kritik Elite Politik Tak Kompak Dukung KPK: MenyedihkanBuya Ahmad Syafii Maarif. (Usman Hadi/detikcom) Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif mengkritik masalah pemberantasan korupsi di Indonesia. Menurutnya, elite politik tak kompak mendukung KPK.
"Agak menyedihkan, elite politik tidak kompak mendukung KPK," kata Maarif dalam acara Seni Memberantas Korupsi di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2017).
Sikap itu dianggap menyedihkan oleh Maarif karena Undang-Undang KPK sebenarnya dibuat oleh pemerintah bersama DPR. Ia turut menyinggung bahaya korupsi yang menyebabkan runtuhnya perusahaan dagang Belanda VOC pada masa lalu.
"VOC itu hancurnya karena korupsi," ujarnya.
Menurut Maarif, KPK merupakan salah satu institusi 'anak kandung reformasi' yang paling terlihat kinerjanya. Ia mengambil contoh Mahkamah Konstitusi yang juga muncul pascareformasi, tapi pernah diguncang kasus korupsi.
"MK itu yang parah. Ketuanya ditangkap, dihukum seumur hidup pula (karena terbukti korupsi)," ucap Maarif.
Selain itu, Maarif menyampaikan pendapat soal kasus yang pernah melibatkan mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Ia mengaku tak yakin Antasari terlibat kasus pembunuhan yang dinilai sempat mengganggu citra KPK di mata publik.
"Saya nggak yakin Antasari membunuh," ujarnya.
Meski mendukung KPK, Maarif juga menyampaikan kritik agar kinerja KPK lebih baik. Ia juga berharap KPK memiliki pengawas independen.
"KPK ini kekurangannya, kalau sudah menetapkan tersangka, lama sekali baru ditahan," jelas Maarif.
"Saya juga berharap KPK punya pengawas independen yang nggak ada lagi kepentingan," tegasnya.
(HSF/idh)Sumber: Google News | Koranmu Jawa Tengah

Tidak ada komentar