Klaten Pilot Project Program Tani Mandiri Kerjasama Lazismu Dan MEK - Koranmu Jateng
GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Klaten Pilot Project Program Tani Mandiri Kerjasama Lazismu Dan MEK

Klaten Pilot Project Program Tani Mandiri Kerjasama Lazismu Dan MEK

LAZISMUJATENG.ORG â€" Lembaga Amil Zakat Nasional Lazis Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) akan meresmikan program pembe…

Klaten Pilot Project Program Tani Mandiri Kerjasama Lazismu Dan MEK

LAZISMUJATENG.ORG â€" Lembaga Amil Zakat Nasional Lazis Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) akan meresmikan program pemberdayaan petani mandiri. Diharapkan Gerakan Tani Bangkit ini kedepan menjadi pusat studi banding peserta maupun penggembira Muktamar Muhammadiyah Ke-48 di Surakarta.

Peresmian akan dipusatkan di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom. Menurut rencana program ini akan diresmikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hajriyanto.Y.Tohari bersama Bendahara PP Muammadiyah Marpuji Ali, Bupati Klaten dan sejumlah tokoh lainnya, Ahad (14/01/2018).

“Koordinasi dan persiapan terus kita laksanakan agar dapat berjalan lancar, di tingkat PDM Klaten, acara peresmian ini akan melibatkan beberapa ma jelis, lembaga, dan ortom, antara lain MPM, Lazismu, LPCR, Kokam, HW, PCM-PCA-AMM Karanganom, serta ortom atau AUM yang dimungkinkan keterlibatannya.” Kata Ketua MEK Klaten, Wahyudi Nasution.

Dia menjelaskan dalam program Tani Makmur tersebut, Muhammadiyah akan membantu dan mendampingi Gapoktan Dewi Sri Makmur Gempol untuk memperluas lahan pertanian organik dari yang sudah ada saat ini 12 Ha. Dalam durasi program 3 tahun (Januari 2018 â€" Desember 2020), ditargetkan akan menambah lahan 16 Ha dengan melibatkan 80 orang petani sebagai sasaran program.

“Pilot project Tani Makmur di Gempol ini diharapkan akan menjadi destinasi kunjungan studi banding para muktamirin dan penggembira Muktamar Muhammadiyah ke-48 pada 2020 yang akan datang.” Jelasnya, Selasa (2/1/2018).

Lebih lanjut diungkapkan, melalui pendekatan kelompok, petani akan dipinjami modal kerja atau modal produksi dengan skema pembiayaan Qardhul-Hasan. Dengan skema ini, para petani tidak terkena beban bagi hasil dan angsuran, tetapi mereka diajak untuk membayar zakat pertanian setiap habis panen sebesar 5% dari hasil panen bersih.

“Direncanakan akumulasi dari zakat itu nantinya akan kita pergunakan lagi untuk perluasan lahan pertanian organik di desa-desa lain di Kec. Karangnom dan sekitarnya.” Ungkapnya.(dzi)

Editor : Vetriyani / Agung Nugraha

Sumber: Lazismu Jateng | Koranmu Jateng

Tidak ada komentar